Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2026

Kenapa anak Zaman Modern sulit mendengar nasehat orang tuanya

Nilai Akhlak pada anak mulai luntur
ilustrasi photo pixabay


Kenapa anak Zaman Modern sulit mendengar nasehat orang tuanya ? Ada beberapa alasan mengapa anak-anak sekarang di era modern lebih sulit untuk mendengar nasihat dari kedua orang tua bahkan guru-guru mereka disekolah, mulai dari faktor psikologis hingga perubahan pola komunikasi di era digital. Berikut beberap faktor utama:

Berikut adalah faktor-faktor utamanya:

1. Faktor agama (akhlak)

Islam adalah ilmu dan pelajaran penting kehidupan bagi setiap manusia sejak lahir hingga dewasa. Guru mereka adalah orang tua dan orang-orang berpengetahuan di lembaga-lembaga pendidikan, Namun hari ini akhlak tidak lagi mendapat tempat dalam otak mereka setelah lunturnya nilai-nilai agama dalam kehidupa keluarga bahkan lembaga-lembaga pendidikan.

2. Faktor Psikologis dan Biologis

Perkembangan pola pikir pada anak dan remaja: Berdasarkan studi neurosains, otak remaja mengalami pergeseran fokus dari suara orang tua ke suara teman sebaya sebagai bagian dari proses kemandirian.

Keinginan untuk Mandiri: Anak-anak, terutama yang beranjak remaja, memiliki dorongan kuat untuk membuat keputusan sendiri demi membangun identitas diri. 

Kenapa dan Untuk Apa Negara Harus Berutang?

3. Pola Komunikasi Orang Tua

Terlalu Banyak "Ceramah": Nasihat yang diberikan secara berlebihan atau terus-menerus sering kali dianggap sebagai "kultum overdosis" yang membuat anak merasa jenuh dan akhirnya mengabaikannya.

Merasa Terus Dikritik: Jika orang tua lebih sering fokus pada kesalahan tanpa mengapresiasi usaha, anak akan membangun "benteng pertahanan" dan berhenti mendengarkan karena merasa tidak dihargai.

BMW M8 Competition Spesifikasi - Wild Coupe edition 2021

Kurang Mendengar: Hubungan yang satu arah (hanya orang tua yang bicara) membuat anak merasa pendapatnya tidak penting, sehingga mereka malas untuk mendengarkan balik.

4. Faktor Lingkungan dan Kedekatan

Kurangnya Kedekatan Emosional: Jika anak tidak merasa nyaman atau aman saat bercerita karena sering dimarahi, mereka akan lebih memilih mencari validasi dan nasihat dari teman atau internet.

Keteladanan: Anak-anak adalah peniru yang ulung. Jika mereka melihat perilaku orang tua tidak selaras dengan nasihat yang diberikan, mereka cenderung kehilangan kepercayaan pada kata-kata tersebut.


Senin, 27 Februari 2017

Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma’ani dan Ma’nawiyah

Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma’ani dan Ma’nawiyah

ARTI Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma’ani dan Ma’nawiyah - Dibawah ini adalah Makna dan Pengertian Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma’ani dan Ma’nawiyah.

Sifat wajib bagi Allah jumlahnya sangat banyak, tak akan terhitung dan tidak bisa diringkas, karena sifat kesempurnaan Allah tidak akan ada yang sanggup menghitungnya kecuali Allah sendiri. Namun yang wajib kita ketahui adalah yang ada dalilnya saja, baik dalil ‘aqli maupun dalil naqli.

BACA: Rajin Shalat Sunnah Malah meninggalkan yang Sunnah? 

Dalam menjumlahkan sifat yang wajib ini para ‘Ulama berbeda pendapat. Imam Al Asy’ari dan Muhaqiqin berpendapat jumlahnya ada 12 sifat, terdiri dari 5 sifat Salabiyah dan 7 sifat Ma’ani.

Abi Bakrin Baqilani, Ar Rozi dan Imam Haromain berpendapat jumlahnya ada 13 sifat dengan tambahan 1 sifat Nafsiyyah. Imam Al Ma’thuridy, Sanusi dan Ibrahim Al Bajuri berpendapat jumlahnya ada 20 sifat dengan tambahan 7 sifat Ma’nawiyyah.

Agar semua pendapat para ‘Ulama Ushuluddin tadi terbawa, maka diambil yang 20 sifat dan terbagi menjadi empat kelompok, yaitu :

Sifat Nafsiyyah, yaitu sifat yang berhubungan dengan Zat Allah swt. Sifat wajib yang tergolong kelompok ini adalah sifat Wujud.
 
Sifat Salbiyyah, yaitu sifat Allah yang menolak sifat-sifat yang tidak sesuai atau tidak layak bagi Allah swt. Sifat yang tergolong dalam kelompok ini adalah sifat Qidam, Baqo, Mukholafatul lil hawaditsi, Qiyamuhu Binafsihi, dan Wahdaniyyat.
 
Sifat Ma’ani, yaitu sifat – sifat wajib bagi Allah yang dapat digambarkan oleh akal pikiran manusia, serta dapat meyakinkan orang lain, lantaran kebenarannya dapat dibuktikan oleh panca indera. Yang termasuk kelompok ini adalah sifat Qudrot, Irodat, ‘Ilmu, Hayat, Sama’, Bashor dan Kalam.
 
Sifat Ma’nawiyah, yaitu sifat-sifat yang berhubungan dengan sifat ma’ani atau keaktifan sifat-sifat tujuh di atas. Termasuk kelompok ini adalah sifat Kaunuhu Qodiron, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman, Kaunuhu Hayyan, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Bashiron, dan Kaunuhu Mutakalliman.

Sifat wajib bagi Allah yang 20 juga ada yang menyimpulkan dengan dua materi, yaitu :

Istighnaiyyah, artinya sifat yang menunjukkan kesempurnaan Zat Allah dan tidak memerlukan yang lain. Isinya ada sebelas sifat, yaitu sifat Wujud, Qidam, Baqo, Mukholafatul lil hawaditsi, Qiyamuhu Binafsihi, Sama’, Bashor, Kalam, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Basyiron, dan Kaunuhu Mutakalliman.
 
Iftiqoriyyah, artinya sifat Allah yang sangat dibutuhkan atau diperlukan oleh makhluk-Nya. Isinya ada Sembilan sifat, yaitu sifat Wahdaniyyat, Qudrot, Irodat, ‘Ilmu, Hayat, Kaunuhu Qodiron, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman dan Kaunuhu Hayyan.

BACA:  Pembahagian Rukum Shalat

Ada lagi yang menyimpulkan dengan empat materi, yaitu :

Sifat Kamal, artinya sifat Allah sangat sempurna. Isinya 5 sifat, yaitu sifat Wujud, Qidam, Baqo, Mukholafatul lil hawaditsi, dan Qiyamuhu Binafsihi.
 
Sifat Jalal, artinya sifat Kebesaran Allah dan Kewisesaan-Nya. Isinya 4 sifat, yaitu sifat Qudrot, Irodat, Ilmu, dan Hayat.
 
Sifat Jamal, artinya sifat yang menunjukkan bahwa Allah tidak mempunyai sifat kekurangan. Isinya 6 sifat, yaitu sifat Sama’, Bashor, Kalam, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Bashiron, dan Kaunuhu Mutakalliman.
 
Sifat Qohar, artinya sifat yang menunjukkan Keperkasaan dan Kegagahan Allah. Isinya 5 sifat, yaitu sifat Wahdaniyyat fil Af’al, Kaunuhu Qodiron, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman dan Kaunuhu Hayyan.

Setiap orang mukalaf, baik laki-laki maupun perempuan, semuanya wajib mengetahui 20 sifat yang pasti dimiliki oleh Allah dengan dalil-dalilnya, meskipun dengan cara global.

sumber ref: alwib.net

Artikel Pilihan